HomeHukumPolisi Evakuasi 11 Bayi dari Rumah Bidan di Sleman, Tiga Butuh Perawatan...

Polisi Evakuasi 11 Bayi dari Rumah Bidan di Sleman, Tiga Butuh Perawatan Rumah Sakit

Tim polisi dan instansi pemerintah melakukan evakuasi bayi rumah bidan di kawasan Padukuhan Randu Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman pada hari Jumat (8/5). Sebanyak 11 bayi ditemukan di lokasi tersebut setelah petugas menerima laporan yang menunjukkan situasi tidak biasa. Bayi-bayi itu dirawat oleh tiga orang tanpa kejelasan status hukum yang pasti. Penemuan ini kemudian menjadi fokus investigasi kepolisian dan instansi sosial.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menyatakan bahwa kejanggalan dimulai dari informasi awal yang diterima petugas. Dia menjelaskan kepada wartawan bahwa ada hal yang tidak biasa dengan kehadiran 11 bayi di rumah tersebut. “Kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang,” ungkapnya. Tim langsung bergerak cepat bersama dinas terkait untuk mengamankan situasi dan memverifikasi kondisi setiap bayi.

Hasil Evakuasi Bayi Rumah Bidan dan Penempatan Mereka

Pasca pengamanan pada Jumat sore, penempatan bayi-bayi tersebut disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan status hukum masing-masing individu. Tiga bayi mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Sementara itu, dua bayi berhasil diambil oleh orang tua mereka yang mengakui diri sebagai ibu kandung bayi tersebut. Enam bayi lainnya kemudian ditangani oleh Dinas Sosial Sleman untuk penanganan lebih lanjut dan verifikasi identitas yang lebih menyeluruh.

Berdasarkan penyelidikan awal, bayi-bayi tersebut lahir di wilayah Banyuraden, Gamping dengan bantuan seorang bidan berinisial ORP. Kronologi kasus dimulai ketika seorang ibu melahirkan di praktik bidan tersebut. Setelah persalinan selesai, bayi yang dilahirkan kemudian dititipkan kepada bidan selama kurun waktu lima bulan. Praktik penitipan bayi dalam jangka waktu yang panjang ini menjadi salah satu indikator awal yang memicu suspisi dari pihak berwenang.

Investigasi dan Tindak Lanjut Kasus Evakuasi Bayi

Penemuan ini menjadi gelombang kejutan bagi komunitas lokal karena penampakan situasi tidak terduga tersebut. Polisi Resta Sleman terus melakukan investigasi mendalam terhadap operasional praktik bidan ORP. Mereka mengumpulkan bukti dan keterangan untuk menentukan apakah ada pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan praktik kebidanan. Sementara itu, Dinas Sosial Sleman mempersiapkan rencana jangka panjang untuk kesejahteraan bayi-bayi yang masih membutuhkan keterangan identitas jelas dan pembiayaan perawatan.

Kasus ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat terhadap praktik kebidanan yang tidak terdaftar atau beroperasi melampaui batasan hukum yang berlaku. Kehadiran bidan ORP yang membantu persalinan selama lima bulan lalu memicu pertanyaan tentang mekanisme kontrol dan lisensi yang ada di tingkat lokal. Tim investigasi terus mengumpulkan bukti dan dokumentasi untuk menentukan langkah hukum berikutnya terhadap pihak yang bertanggung jawab atas situasi tersebut.

Foto: Imam Septian Nugraha via Pexels

RELATED ARTICLES

Most Popular