HomeGeopolitikIran Ancam Respons Militer atas Pengerahan Kapal Perang Prancis dan Inggris

Iran Ancam Respons Militer atas Pengerahan Kapal Perang Prancis dan Inggris

Teheran – Iran mengeluarkan peringatan keras terkait kehadiran kapal perang Prancis dan Inggris di Selat Hormuz. Negara ini menyatakan akan memberikan respons tegas dari Angkatan Bersenjata Teheran. Peringatan ini disampaikan saat ketegangan di kawasan meningkat tajam.

kapal perang Prancis Inggris: hal penting yang diketahui

Persaingan antara Iran dan Amerika Serikat semakin intens. Kedua negara memperebutkan kendali atas jalur perairan strategis ini. Selat Hormuz sangat vital untuk pasokan minyak dan gas global.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, mengkritik rencana Prancis dan Inggris. Kritikan ini disampaikan melalui media sosial X pada Senin, 11 Mei 2026. Menurut pernyataannya, Prancis akan mengerahkan kapal induk Charles de Gaulle. Kapal ini akan dikirim ke Laut Merah dan Teluk Aden sebagai persiapan.

Misi gabungan Prancis dan Inggris bertujuan memperkuat kebebasan navigasi. Keduanya mengklaim ingin melindungi keamanan maritim di kawasan tersebut. Inggris juga akan mengerahkan sebuah kapal perangnya ke Laut Merah dalam koordinasi dengan Prancis.

Kritik Terhadap Kehadiran Kapal Perang Prancis dan Inggris

Gharibabadi menilai pengerahan kapal sebagai “eskalasi krisis”. Dia juga menyebutnya “militerisasi jalur perairan vital”. Menurut Wamenlu Iran, keamanan maritim tidak bisa dijamin melalui pamer kekuatan.

Dalam pandangan Gharibabadi, negara pendukung agresi AS-Israel adalah bagian dari masalah. Pejabat Prancis menyatakan misi kapal induk akan mencakup pembersihan ranjau. Misi ini juga melakukan pengawalan kapal setelah situasi normal kembali.

Peringatan Resmi: Kehadiran Kapal Perang Akan Dihadapi Respons Tegas

Gharibabadi menekankan bahwa hanya Iran dapat menjaga keamanan Selat Hormuz. “Kami mengingatkan mereka bahwa hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini,” ujarnya. Dengan demikian, Iran tidak akan terima intervensi negara lain.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran memberikan peringatan langsung tentang konsekuensi. “Kehadiran kapal-kapal Prancis dan Inggris akan disambut dengan respons tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tegasnya. Peringatan ini mencakup semua kapal negara yang berkoordinasi dengan tindakan AS.

Gharibabadi menyarankan agar negara-negara tersebut tidak memperumit situasi lebih lanjut. Peringatan ini menunjukkan eskalasi ketegangan signifikan di jalur maritim paling penting dunia. Situasi di Selat Hormuz terus menjadi fokus persaingan kekuatan regional dan global yang semakin meningkat.

Foto: Ensie & Matthias via Openverse

RELATED ARTICLES

Most Popular