Kebakaran rumah Tanjung Barat terjadi pada hari Jumat pagi dan menewaskan satu korban jiwa. Almarhum adalah Haerul Saleh, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Gerindra. Peristiwa tragis ini mengguncang institusi pemerintah dan kolega-koleganya di berbagai lembaga negara.
Baca juga: Dua Pendaki Asing Tewas dalam Letusan Gunung Dukono di Halmahera Utara
Kronologi Kebakaran Rumah Tanjung Barat
Warga melaporkan kejadian kebakaran pada pukul 07.53 WIB. Lokasi rumah yang terbakar berada di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02 Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta merespons dengan cepat dan mengerahkan pasukan pemadam kebakaran ke lokasi.
Baca juga: Prabowo Hadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu untuk Perkuat Solidaritas Kawasan
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dan 48 personel dikerahkan ke lokasi peristiwa. Proses pemadaman dimulai pada pukul 08.07 WIB, kurang dari 15 menit setelah laporan pertama masuk. Api berhasil dipadamkan dan operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.49 WIB. Petugas Command Center Gulkarmat mengkonfirmasi bahwa satu korban warga meninggal dunia dalam peristiwa ini, sementara data lengkap lainnya masih dalam tahap penyelidikan. Penyebab dan kronologi lengkap kebakaran rumah ini belum diketahui dengan pasti pada saat pelaporan awal.
Baca juga: AS dan Iran Saling Serang, Negosiasi Gencatan Senjata Tetap Berlanjut
Profil dan Karir Haerul Saleh
Haerul Saleh sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR dari Partai Gerindra sebelum terpilih menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Selama periode tugasnya di DPR, dia menjadi anggota Komisi XI yang mengurus bidang keuangan dan perbankan. Profil Haerul Saleh sebagai seorang yang berkarir di lembaga-lembaga penting negara menunjukkan dedikasi dan kepercayaan yang diberikan padanya dalam menjalankan tugas-tugas publik.
Duka Cita dari Rekan Kerja
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memberikan pernyataan saat dimintai konfirmasi mengenai meninggalnya Haerul Saleh. Habiburokhman menyatakan sangat kaget dan mendalam berduka atas kehilangan rekan yang dekat. Mereka pernah satu kamar saat pelatihan kaderisasi Partai Gerindra sebelum Pemilihan Umum 2014.
“Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014 satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra,” kata Habiburokhman. Dia menggambarkan Haerul Saleh sebagai sosok yang sangat baik dan selalu siap membantu. “Beliau sangat baik, selalu tanya saya apa yang bisa beliau bantu. Beliau anak muda yang cerdas, wafat di usia baru 43 tahun,” ujar Habiburokhman. Pernyataan ini menunjukkan kedekatannya dengan almarhum selama perjalanan karir bersama di organisasi partai maupun institusi pemerintah.
Doa untuk Almarhum
Habiburokhman mendoakan Haerul Saleh mendapat ampunan dari Allah SWT atas segala dosa-dosanya. Dia berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan amal ibadahnya diterima. “Kita doakan beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutur Habiburokhman.
Kebakaran rumah di Tanjung Barat ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Haerul Saleh, rekan kerja di institusi BPK, dan para kolega di DPR yang pernah bekerja dengannya. Investigasi penuh terus dilakukan oleh pihak terkait untuk menentukan penyebab kebakaran yang fatal ini.