HomeUncategorizedWaketum PSI Ron Dilaporkan Balik atas Dugaan Penganiayaan dan Perkataan Rasis

Waketum PSI Ron Dilaporkan Balik atas Dugaan Penganiayaan dan Perkataan Rasis

Laporan Balik dari Tersangka Pemukulan

Pemukulan yang menimpa Ronald A Sinaga (Bro Ron) memicu laporan balik. Muhammad Rizal Berhet, terduga pelaku, mengajukan laporan balasan dengan tuduhan penganiayaan.

Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengonfirmasi hal tersebut. Laporan balik terdaftar dengan nomor LP/B/34/V/2026/SPKT Polsek Metro Menteng, tertanggal 4 Mei 2026.

“Benar terduga pelaku pemukulan melaporkan balik. Pelaporan balik di Polsek Menteng adalah penganiayaan,” kata Roby saat dihubungi, Rabu (6/5/2026).

Tuduhan Penganiayaan dan Kalimat Rasis

Rizal melaporkan Ronald berdasarkan Pasal 466 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Dia juga menyebut Ronald melontarkan kalimat makian yang bernada rasis.

“Betul saya melaporkan balik yang bersangkutan. Laporan terkait pemukulan dan pengeroyokan disertai makian yang tidak pantas,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, Ronald memukul terlebih dahulu saat insiden terjadi. Rizal mengklaim dipukul di perut bagian ulu hati dan didera dengan perkataan kasar berbau rasis.

Bantahan dari Ronald Sinaga

Melalui akun Instagram pribadinya, Ronald menolak tuduhan rasis tersebut. Dia mengunggah foto dirinya di rumah sakit bersama beberapa karyawan PT SKS dan stafnya.

“Jadi saya membela yang terzalimi, saya punya karyawan, terus saya dibilang rasis dari mana?” kata Ronald dalam postingan tersebut.

Kronologi Kejadian Pemukulan

Insiden terjadi pada Senin (4/5), pukul 16.22 WIB, menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri. Ronald datang bersama 15 karyawan PT SKS ke kantor hukum MPP untuk audiensi.

Mereka menuntut pembayaran gaji karyawan yang belum dibayarkan. Karena pihak MPP tidak bisa bertemu, Polsek Metro Menteng menawarkan mediasi.

Awalnya audiensi berjalan aman dan kondusif dengan pengawalan petugas. Namun kemudian muncul sekelompok orang yang tak dikenal dan melakukan intimidasi.

Situasi Memanas hingga Terjadi Pukulan

Kelompok orang asing itu menghalangi proses audiensi tanpa alasan yang jelas. Perbuatan mereka membuat situasi menjadi panas.

“Akibat perbuatan sekelompok orang tersebut, timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan,” jelas Erlyn. Petugas kemudian melerai dan membawa kedua belah pihak ke Polsek Metro Menteng untuk pemeriksaan lebih lanjut.

RELATED ARTICLES

Most Popular