Sebuah letusan gunung Dukono yang terjadi pada pagi hari Jumat (8 Mei 2026) telah menewaskan dua pendaki warga negara asing. Gunung Dukono yang terletak di Halmahera Utara, Maluku Utara, mengalami aktivitas vulkanik yang menyebabkan tragedi bagi para pendaki yang berada di kawasan tersebut. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat peristiwa alam yang dahsyat ini.
Kapolres Halmahera Utara, Akbp Erlichson Pasaribu, menyatakan bahwa kedua korban merupakan pendaki asal China dan Singapura. Meskipun identitas lengkap dari kedua korban masih dalam proses verifikasi, informasi awal menunjukkan bahwa mereka adalah pendaki internasional. “Informasinya 2 WNA untuk identitas masih belum tahu pasti, pendaki WNA China dan Singapura,” ujar Erlichson saat dihubungi pada Jumat (8/5/2026).
Baca juga: AS dan Iran Saling Serang, Negosiasi Gencatan Senjata Tetap Berlanjut
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa kondisi sangat kritis. Selain dua pendaki yang meninggal, Erlichson juga melaporkan bahwa masih ada pendaki yang terjebak di lokasi letusan. Sekitar 20 orang dilaporkan masih terperangkap di Gunung Dukono akibat kondisi yang berbahaya. Tim penyelamat diperkirakan sedang berupaya keras untuk mengevakuasi para pendaki yang terperangkap dengan selamat.
Baca juga: Iran Serang Kapal Militer AS di Hormuz, Tuduh Washington Langgar Gencatan Lebih Dulu
Kekuatan dan Skala Letusan Gunung Dukono
Menurut data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan terjadi pada pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 11.087 meter dari permukaan laut. Skala letusan ini menunjukkan intensitas yang cukup besar dan memberikan dampak signifikan bagi kawasan sekitarnya.
PVMBG mencatat bahwa kolom abu letusan gunung Dukono berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas yang tebal. Abu vulkanik teramati menyebar ke arah utara dengan jangkauan yang luas. Saat laporan dibuat, aktivitas letusan masih terus berlangsung tanpa menunjukkan tanda-tanda akan mereda segera.
Status Pendaki dan Operasi Penyelamatan
Kondisi pendaki yang masih berada di sekitar kawasan Gunung Dukono berada dalam kondisi bahaya yang signifikan. Dengan masih berlangsungnya aktivitas vulkanik, tim penyelamat harus bekerja dengan hati-hati dan strategi yang tepat. Informasi real-time dari PVMBG menjadi sangat penting untuk memandu operasi penyelamatan dan memastikan keselamatan setiap pendaki yang masih terperangkap.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran terhadap risiko bencana alam. Pendaki gunung harus selalu memperhatikan status aktivitas vulkanik dan informasi dari otoritas terkait sebelum melakukan pendakian. Koordinasi antara tim penyelamat, pihak berwenang lokal, dan lembaga vulkanologi sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.