Arab Saudi dan Kuwait telah membatalkan pembatasan akses militer AS ke pangkalan pertahanan dan ruang udara mereka. Keputusan ini menghilangkan hambatan penting bagi upaya pemerintahan Trump mengamankan jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Kedua negara Teluk tersebut menampung aset militer AS yang terlibat dalam dinamika perang Timur Tengah.
Pencabutan pembatasan akses dilaporkan oleh Wall Street Journal pada Kamis, 7 Mei waktu setempat. Media terkemuka AS itu mengutip para pejabat AS dan Saudi mengenai langkah signifikan ini. Menurut laporan, pemerintahan Trump mempersiapkan diri untuk melanjutkan operasi pengawalan kapal dagang di jalur perairan strategis tersebut.
Latar Belakang Pembatasan Akses Militer AS
Pembatasan akses sebelumnya diberlakukan oleh otoritas Saudi dan Kuwait pasca peluncuran operasi militer AS. Operasi tersebut bertujuan membuka kembali Selat Hormuz yang aktivitas perlaluannya terganggu oleh perang. Hambatan ini muncul seiring dengan ketegangan meningkat di kawasan Timur Tengah sejak akhir Februari lalu.
Ketegangan regional melonjak setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan mengirim gelombang rudal dan drone ke target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz secara efektif terhenti akibat pertempuran tersebut.
Operasi Pengawalan Kembali Berlanjut
Misi militer AS sebelumnya dihenti sementara setelah beroperasi selama 36 jam sejak awal pekan. Para perencana Pentagon sekarang menilai ulang jadwal untuk melanjutkan operasi pengawalan dengan dukungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS. Beberapa pejabat AS menunjukkan bahwa aktivitas dapat dimulai kembali paling cepat minggu yang sama.
AS telah memberlakukan blokade laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di sekitar Selat Hormuz sejak pertengahan April. Langkah ini menjadi respons terhadap penutupan efektif jalur pelayaran oleh Iran selama pertempuran berlangsung.
Meskipun gencatan senjata dimulai pada 8 April dengan mediasi Pakistan, kesepakatan ini tetap rapuh. Perundingan damai yang diselenggarakan di Islamabad tidak menghasilkan perjanjian yang kuat dan berkelanjutan. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu tertentu.
Pada Selasa, 5 Mei, Trump mengumumkan penghentian sementara misi “Project Freedom” untuk memulihkan kebebasan navigasi pelayaran dagang. Dia menekankan bahwa blokade laut AS terhadap Iran tetap berlaku sepenuhnya. Pembatalan pembatasan akses oleh Arab Saudi dan Kuwait mencerminkan komitmen kedua negara terhadap stabilitas di kawasan strategis ini.