Kasus penyekapan lansia Surabaya menjadi sorotan serius pihak kepolisian. Seorang lansia bernama Kusnadi Chandra berusia 80 tahun menjadi korban penyekapan yang dilakukan oleh pacar anaknya selama hampir setahun. Dalam penyekapan lansia Surabaya ini, pelaku berhasil menguras aset korban dalam jumlah sangat besar, termasuk uang hingga Rp 2 miliar dan emas senilai 1 kilogram.
Pelaku bernama Lisa Andriana berusia 31 tahun menjalin hubungan asmara dengan anak korban, Agus Pranoto, pada tahun 2025. Lisa yang sempat tinggal di rumah korban sudah akrab dengan seluruh keluarga korban, sehingga memudahkannya untuk melancarkan aksi kejahatan.
Kronologi Penyekapan Lansia Surabaya
Aksi penyekapan lansia dimulai pada Oktober 2025. Lisa meminta Kusnadi bertemu di suatu lokasi tertentu. Namun, korban justru dihadang dua pria dan dibawa ke sebuah apartemen di kawasan Mulyorejo, Surabaya.
Para pelaku menggunakan dalih bahwa salah satu anak korban memiliki masalah ekonomi dan utang yang harus dibayar segera. Selama proses penyekapan, Kusnadi dipindahkan ke beberapa lokasi berbeda untuk menghindari pelacakan. Korban dikurung tanpa alat komunikasi sama sekali, sehingga tidak dapat menghubungi siapa pun untuk meminta bantuan.
Setiap hari pihak pelaku memberikan paket makanan kepada korban untuk menjaga kondisi fisiknya tetap hidup. Meskipun demikian, Kusnadi menjalani penyekapan dalam isolasi penuh dari dunia luar selama berbulan-bulan.
Pencurian Aset dalam Penyekapan Lansia Surabaya
Selama penyekapan berlangsung, Lisa diduga menguras rekening ATM milik Kusnadi secara sistematis. Pelaku menguasai ATM korban sejak sebelumnya dengan dalih membantu membayar tagihan keluarga. Uang yang diambil dari rekening korban digunakan untuk gaya hidup mewah selama menjalin hubungan dengan Agus Pranoto.
Menurut keterangan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, pelaku berhasil menguras uang korban hingga kurang lebih Rp 2 miliar. Lisa menggunakan uang tersebut untuk menginap di hotel dengan tarif Rp 2 juta per malam. Pelaku juga menghabiskan uang korban untuk keperluan pribadi dan penunjang gaya hidup mewah.
Selain uang tunai, korban juga kehilangan emas dan perhiasan bernilai sekitar 1 kilogram emas. Barang-barang berharga tersebut hilang dari kamar korban tanpa sepengetahuannya. Total kerugian material yang dialami Kusnadi mencakup kedua jenis aset ini.
Penangkapan Pelaku Kasus Penyekapan
Lisa telah ditahan bersama pembantunya yang bernama Naily atas peran mereka dalam kasus ini. Pihak kepolisian Surabaya masih memburu dua pria lainnya yang membantu melakukan penyekapan dan pengiriman korban ke lokasi pengurungan.
Investigasi terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan pelaku kejahatan ini dan memastikan setiap anggota tim pelaku mendapatkan penuntutan hukum yang sesuai. Korban telah diberikan perlindungan dan perawatan medis setelah dibebaskan dari penyekapan oleh pihak kepolisian.